Tampilkan postingan dengan label Coretan Kecil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Coretan Kecil. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 April 2011

Syarat-syarat Pasir Cetak dalam Pengecoran Pasir (Sand Casting)

Berikut syarat-syarat yang harus ada dalam pasir cetak untuk pengecoran pasir,Pasir yang dipakai  harus memiliki bentuk dan ukuran yang halus dan bulat serta memiliki syarat-syarat sebagai berikut :
1.      Kemampuan pembentukan : sifat ini memungkinkan pasir cetak bisa mengisi semua sisi dan ujung dari pola sehingga menjamin bahwa hasil coran memiliki dimensi yang benar.
2.      Plastisitas : bisa bergerak naik maupun turun mengisi rongga-rongga yang kosong.
3.      Kekuatan basah: kekuatan ini menjamin cetakan tidak hancur/rusak ketika diisi dengan cairan logam ataupun ketika dipindah-pindahkan.
4.      Kekuatan kering: kekuatan ini diperlukan pada saat cetakan mengering karena perpindahan panas dengan cairan logam.
5.   Permeabilitas : kemampuan cetakan untuk membebaskan udara panas dan gas dari dalam cetakan selama operasi pengecoran melalui celah-celah pasir cetak.

Pengertian Proses Pengecoran

Proses pengecoran merupakan cara pembentukan logam dengan mencairkan logam agar dapat dituang ke dalam cetakan yang mempunyai bentuk yang diinginkan kemudian dibiarkan hingga menjadi padat. Proses pengecoran sebagai salah satu teknik pembuatan produk dimana logam dicairkan dalam tungku peleburan kemudian dituangkan ke dalam rongga cetakan yang serupa dengan bentuk asli dari produk cor yang akan dibuat. Sebagai suatu proses manufaktur yang menggunakan logam cair dan cetakan, pengecoran digunakan untuk menghasilkan bentuk akhir produk jadi.
            Dalam proses pengecoran, ada 4 faktor yang merupakan ciri dari proses pengecoran, yaitu :
1.      Adanya aliran logam cair ke dalam rongga cetak
2.      Terjadi perpindahan panas selama pembekuan dan pendinginan dari logam dalam cetakan
3.      Pengaruh material cetakan
4.      Pembekuan logam dari kondisi cair

Sabtu, 02 April 2011

Thomas Alva Edison Bodoh dan Gagal

Thomas Alva Edison lahir 11 february 1847 di Milan, Ohio, Amerika Serikat. Dia mempunyai nama panggilan "Tommy"  pada waktu pertama kali sekolah dia dianggap sebagai anak yang bodoh dan tak dapat menerima pelajaran dengan baik. Sekolah mengeluarkan Tommy, ibunya sangat kaget dengan keputusan itu, Dia yakin Tommy bukan anak bodoh hanya pendengaranya saja yang kurang. sejak itu dia belajar dirumah dibawah bimbingan ibunya.


Satu hal yang patut kita contoh dari Tommy, dia tidak mudah menyerah menghadapi kegagalan. kadang dalam suatu proses percobaan dia gagal sampai ribuan kali. misalnya pada kasus penemuan bola lampu pijar. dia telah gagal sampai 9998 kali dan pada percobaan 9999 kali baru berhasil dengan menyala terang. Hingga akhir hayat dia telah berhasil menciptakan 1093 buah penemuan... emmh berapa juta kali kira-kira dia telah gagal... :)


Sabtu, 12 Maret 2011

Magnesium dan Paduan Magnesium

Magnesium mempunyai susunan atom heksagonal dan mempunyai kekuatan tarik 19 kgf/mm2 setelah penganilan, kekuatan mulur 9.8 kgf/mm2 dan perpanjangannya 16% .      

Magnesium mempunyai titik cair pada temperatur 650oC. Magnesium akan spontan bereaksi dan langsung terbakar jika terkena oksigen. Magnesium yang mencair harus dilindungi dari kontak dengan oksigen yang ada diudara. Inilah salah satu kesulitan dalam pengecoran magnesium, mencegah teroksidasinya magnesium cair dengan udara.
                                                            

Metode pengkodean paduan magnesium diambil dari  standar ASTM, huruf yang ada pada kode melambangkan jumlah unsur utama dan juga menunjukkan jumlah persentasenya (ASM Metal Handbook Casting, 1998). Contoh AZ91A, AZ91B dan AZ91C yang menunjukkan:
·                A menunjukkan alumunium sebagai unsur paduan terbesar
·                Z menunjukkan zinc sebagai unsur paduan terbesar kedua
·                9 menunjukkan jumlah persentase alumunium, yang merupakan nilai tengah persentase pembulatan antara 8.6 dan 9.4
·                1 menunjukkan jumlah persentase zinc, yang merupakan nilai tengah persentase pembulatan antara 0.6 dan 1.4
·         A huruf terakhir yang menunjukkan tipe komposisi padauan berdasarkan pengkodean dari ASTM
·         B dan C dalam contoh kedua merupakan jenis komposisi kedua dan ketiga berdasarkan pengkodean dari ASTM.

Ref:
ASM Metal Handbook Casting

Sifat Fluiditas pada Pengecoran

Fluiditas adalah kemampuan logam cair mengalir dalam cetakan uji sampai berhenti karena terjadi solidifikasi (Campbell dan Harding, 1994).   Produk hasil pengecoran akan menjadi cacat apabila sifat fluiditasnya jelek terutama pada kasus pengecoran benda-benda yang tipis, seperti pada kasus sudu turbin pada gambar;


 Misrun pada sudu turbin akibat kurangnya fluiditas (Sabatino  dkk, 2005).

Fluiditas diukur dengan mengukur panjang cairan metal yang mengalir ketika dituang didalam  saluran cetakan yang kecil, penampang saluran yang kecil diharapkan terjadi pendinginan yang cepat dan gradien suhu yang besar (Sabatino  dkk, 2005).

Panjang fluiditas berkaitan erat dengan gradien temperatur cetakan dan temperatur logam cair yang dituang. Semakin tinggi besar gradiennya maka laju pembekuan pada logam cair  semakin cepat.

Ref:
[1.]   Campbell, J, dan Harding, R.A., 1994, “The Fluidity of Molten Metals”, Training in Aluminium Application Technologies (Talat ) Lecture 3205, pp.2-4
[2.]   Sabatino, M.D., Arnberg, L., 2005, “A Review on the Fluidity of Al Based Alloys Norwegian University of Science and Technology”, Department of Materials Technology, A. Trondheim (Norway), pp 9-15